Keuntungan Usaha Cafe dan Warung Kopi

Definisi usaha mikro menurut Undang-Undang No. 20 Tahun 2008 adalah usaha produktif milik orang perorangan dan/atau badan usaha perorangan dengan omset sampai dengan Rp 300 juta per bulan. Dari tahun ke tahun jumlah pelaku usaha mikro di Indonesia terus tumbuh. Data Kementrian Koperasi dan UMKM Tahun 2015 jumlah usaha mikro di Indonesia mencapai 57,1 juta pelaku usaha. Tumbuh 1,3 juta dari tahun 2014 yang mencapai 55,8 juta pelaku usaha.

Membuka atau mengawali usaha mikro ini relatife mudah. Tidak serumit yang kita bayangkan. Asal ada kemauan dan perencanaan yang baik, kita sudah bisa segera mengawalinya. Beberapa karakteristik dari usaha mikro diantaranya :

Kesederhanaan Usaha

usaha mikro

Untuk memulai usaha mikro sangatlah sederhana, baik itu di segmen perdagangan ataupun jasa. Bahkan seringkali dijalankan berdasar prinsip kekeluargaan dan kebersamaan. Contoh, buka toko di rumah, jasa laundry, usaha foto copy dll. Intinya sih asal sudah ada produk, kita tinggal cari pasarnya/jualan.

Perijinan Usaha Fleksibel

Karena sifatnya masih usaha perorangan dan omsetnya yang masih kecil, sebagian besar usaha mikro tidak terlalu diwajibkan memiliki legalitas usaha semacam SIUP/TDP atau akta pendirian badan usaha, sehingga bisa langsung dijalankan. Mudah bukan….

Modal Kecil

Untuk memulai usaha mikro seringkali tidak membutuhkan modal yang besar. Karena kesederhanaan dan perijinan usaha yang fleksibel seperti diutarakan di atas, tentunya modal yang ada bisa kita konsentrasikan sepenuhnya untuk perputaran modal kerja. Pada awalnya mungkin bisa dijalankan dari tabungan pribadi, namun ketika usaha sudah berkembang maju untuk menambah modal bisa mengajukan kredit mikro dari bank.

 

Bebas Pajak

Karena omsetnya yang masih kecil, sampai dengan saat ini sebagian besar usaha mikro di Indonesia masih belum dikenakan pajak . Ini tentu menjadi daya tarik tersendiri untuk menjalankan usaha mikro.

Nah itu tadi beberapa profil yang melekat pada usaha mikro. Semoga di tahun-tahun mendatang sektor usaha mikro di Indonesia bisa terus berkembang dengan baik sehingga dapat menciptakan lapangan kerja, mengurangi pengangguran dan berkontribusi bagi pertumbuhan ekonomi.

Café & Warung Kopi

Enam Kelebihan Ini Yang Membuat Usaha Warung Kopi Begitu Menjanjikan

Profil Usaha – Seperti biasa, hampir setiap pagi saya selalu menyempatkan nyeruput kopi di warung kopi (warkop) langganan sebelah kantor. Kali ini sambil ngobrol bareng teman dan baca berita koran tentang  usaha café & warung Kopi yang beberapa kali  ramai diliput di tv dan  media massa. Namun di artikel kali ini  saya ingin sedikit mengulas tentang usaha kedai/cafe atau warung kopi yang banyak kita jumpai di berbagai sudut jalanan.  Warung kopi memang seperti menjadi idola masyarakat Indonesia. Meski kafe-kafe modern terus bermunculan menawarkan menu berkelas dan tempat yang nyaman, tidak serta merta mematikan warung kopi-warung kopi pinggir jalan.

Keramaian Di Sebuah Warkop

Beda dengan kedai kopi/kafe modern semacam Starb**k, Coffee B**n dan Exce**o, konsumen warung kopi memang lebih ke segmen menengah ke bawah.  Meski demikian, usaha warung kopi tetap mempunyai daya tarik ekonomi bagi pemiliknya.

Jika kita amati ada beberapa hal yang membuat usaha warung kopi ini menjadi usaha yang menjanjikan, antara lain :

 

 

Murah Meriah

Untuk menikmati segelas kopi kita cukup merogoh kocek Rp 4.000 saja kopi biasa, atau kopi yang berharga lebih dari Rp. 4000 s/d 15.000,- bahkan  lebih per Gelas.  sembari menikmati fasilitas yang ada seperti televisi, koran, majalah, papan catur. Agar pelanggan semakin betah, beberapa warung kopi kini juga menyediakan fasilitas Wifi. Kita juga bisa menikmati menu lain seperti mie rebus, aneka gorengan, nasi bungkus dan aneka minuman lainnya dengan harga yang bersahabat dengan kantong. Nah, kurang apa lagi?

Margin Profit TInggi

Karena harganya yang serba murah, rata-rata omset penjualan harian pun tinggi. Minimal bisa mencapai 800 ribu – 2 juta rupiah per hari, dengan rata-rata keuntungan bersih sekitar 40% - 80%. Ini yang membuat usaha warung kopi begitu menggiurkan. Di tambah lagi dengan menjual selain kopi seperti Rokok dan makanan Kecil atau minuman lain.

Kultur Masyarakat

“Ngobrol di warung kopi,sentil sana dan sini…..” Penggalan lagunya warkop DKI, Dono Kasino Indro, ini seperti menggambarkan kultur masyarakat Indonesia yang gemar minum kopi, serta senang berkumpul dan berinteraksi dengan orang lain. Di warung kopi kita bisa berkenalan dengan orang-orang baru atau membuat janji bertemu dengan teman. Tak heran warung kopi selalu tak pernah sepi.

Media Promosi

Karena menjadi tempat berkumpul banyak orang, warung kopi sering dijadikan sebagai media promosi untuk pemasangan spanduk/banner/pamflet produk-produk dari perusahaan rokok, makanan, minuman kemasan, provider dan lainnya yang bisa menambah pemasukan bagi pemilik warung.

24 Jam Non Stop

Jangan heran bila kita mendapati warung kopi yang buka 24 jam non stop terutama yang buka di tempat-tempat keramaian sepeti terminal, stasiun, pabrik, dan lainnya. Bisa kita bayangkan berapa omset yang dihasilkan dalam sehari. Cukup dengan merekrut 1-2 orang karyawan, pemilik warung bisa membuka warung kopinya full day.

Space Kecil

Tidak seperti kafe-kafe modern, warung kopi tidak membutuhkan space yang lebar. Minimalis, hanya butuh beberapa meja dan bangku panjang sudah cukup ramai dijejali pembeli. Praktis dan hemat biaya.

Satu  hal yang pasti, warung kopi akan tetap menjadi alternatif usaha yang menjanjikan di masa kini dan di akan Datang. Apalagi hanya di www.kopiterbaik.com yang memiliki ratusan jenis kopi hampir dari tiap Propinsi di Indonesia, bahkan kopi dari mancanegara seperti  Brazil, Vietnam, Peru, Guatemala, Jamaika,dll…

hanya di www.kopiterbaik.com semua pedagang atau pengusaha baru di bantu solusinya dengan konsultasi. Dengan 60 lebih café modern hingga warung kopi di seluruh Indonesia terbantu, mulai konsep, harga alat yang murah dll.

So….siapa yang mau mulai usaha café, Warung Kopi atau kedai kopi……ini saat nya

 

nanang's picture